Hari pertama kulalui tanpa amel. Terasa hampa juga kost-an ini. aku menyempatkan diri untuk jogging di sebuah taman. Pukul 7 pagi aku sudah sampai disana. Selesai jogging aku menghampiri penjual bubur ayam di dekat taman.
“mang, buburnya satu porsi yah” pesanku kepada penjual. Kemudian aku duduk di kursi plastik merah. Saat aku sedang asik makan, ada seorang pria sengaja menarik kursinya untuk duduk bersampingan denganku.
“hoy bell sendirian aja. Amel kemana?” ucapnya sambil menepuk pundakku pelan.
Aku tersedak kaget!
“oh kamu ndra. iya nih sendirian. Amel lagi ada urusan keluarga.
“oh”balasnya sambil melahap sesendok bubur.
Setelah kami berdua selesai makan, kami kembali ke kost-an. Sebelum menaiki anak tangga untuk kembali ke kamar, indra menarik tanganku dan mengajakku untuk pergi menonton bioskop siang ini. aku pun mengiyakan. Pikirku, mungkin ini awal pertemananku dengannya.
Aku dan indra pergi menuju bioskop di sebuah Mall dengan menggunakan sepeda motor milik indra. indra terlihat lebih tampan hari ini, ya walaupun aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu. Dia terlihat santai dengan kaos lengan panjang warna hitam bergaris lengkap dengan celana jeans abu abu. Rambutnya yang sedikit panjang menutupi daun telinga. Kami pun sampai dan indra memesan 2 tiket dan tidak lupa menghampiri penjual popcorn di dekat bioskop. Sewaktu film diputar aku kebanyakan melamun karena film sejenis ini jujur aku kurang menyukainya. Berbeda dengan indra yang sedari tadi serius. Matanya tidak luput dari layar lebar itu, sampai film pun habis di putar. Indra pun baru mengajakku berbincang.
“bagus yah bell filmnya. Apalagi pas bagian jagoannya….”ucap indra
“iya bagus. Keren yah filmnya ndra.”balasku memotong pembicaraannya seraya tersenyum.
Kami pun keluar dari studio dan segera menuju ke parkiran motor untuk pulang. Sesampainya di kost-an. Indra mengantarku menuju lantai atas untuk kembali ke kamar.
“makasih yah bell udah mau nemenin. Hehe.”ucapnya sambil menyandarkan tangan kanannya di dekat pintu.
“sama sama ndra.”balasku sambil tersenyum.
Indra pun kembali menuruni anak tangga meninggalkanku. Oh ya, nanti sore aku harus kembali bekerja di café. Uuhh.. betapa lelahnya aku.
No comments:
Post a Comment