Aku bangun dari tempat tidurku. Sekarang jam 8 pagi. Aku teringat tata, sekarang dia dimana yah? Sudah pulang atau belum. Aku keluar kamar dan menuruni anak tangga. Aku melihat sosok tata sedang membuka pintu pagar masih dengan penampilan seperti semalam. Dia melangkahkan kakinya dan melewatiku, tapi tidak ada sapaan yang ku dengar. Benakku dalam hati, apa sudah gila, dia bekerja malam dan baru pulang jam segini? Apa yang ia lakukan disana yah? Aku melangkahkan kaki kembali untuk bersiap siap mandi dan mencoba peruntungan melamar kerja. Aku pun sudah rapih sekarang. Map kemaren kini sudah ku genggam lagi. Aku menuju lantai dasar dan berpapasan dengan indra. oh yah, sudah lumayan lama aku tidak berbincang-bincang dengan indra.
“hai ndra.”ucapku seraya melambaikan tangan.
“eh bella. Apa kabar! Pagi pagi gini udah rapih. Mau kemana?” tanyanya.
“ehm. Mau nyari kerja ndra. Hehe” ucapku datar.
Dia terdiam sejenak.
“emang udah nggak kerja di cafĂ© nya amel?” selidiknya ingin tahu.
Aku menggelengkan kepala ke arahnya.
“yaudah yah ndra, aku pamit! Takut kesiangan juga.”
“jangan lupa main ke kamar gue dong bell. Yaudah bye.”ucapnya sambil melambaikan tangan.
Aku menyusuri ibu kota seperti halnya kemarin. Sampai siang hari aku masih berjalan ditengah panasnya terik matahari. Aku mencoba memasuki sebuah pusat laundry dan menunjukkan berkas berkas yang ada di dalam mapku kepada pemilik laundry tersebut. Aku senang. Aku diterima bekerja disini. Yah walaupun pastinya pekerjaan ini akan menyita tenagaku, sedangkan tubuhku kini mulai terlihat kurus tak berisi. Aku melangkahkan kakiku untuk segera pulang. Besok hari pertamaku bekerja. Tidak boleh mengecewakan, gumamku dalam hati.
Aku menghampiri kamar indra dan mengetuknya seperti biasa. Tapi kali ini tidak ada sahutan dari dalam. Pintu pun masih setia tertutup. Aku menunggu sebentar di luar. Melihat lihat sekeliling kost-an. Ada anton tuh. Tanya sama dia saja kali yah.
“ton.. lihat indra nggak?” tanyaku menghentikan langkahnya.
“tadi kayaknya sama cewek deh keluar kost-an.”jawabnya sambil menggaruk kepala. “gue masuk ke kamar dulu yah.”pamit anton.
“oh yaudah. Makasih yah ton.”ucapku.
Aku melangkahkan kaki meninggalkan kamar indra menuju ke kamarku. Tapi dari arah luar kost-an aku tidak sengaja menangkap dua sosok yang aku kenal. Indra dan tata. Yah mereka sudah akrab kah sekarang? Kenapa aku kurang suka yah melihat indra berdekatan dengan tata? Aku memalingkan wajahku dan meneruskan langkahku.
No comments:
Post a Comment