Monday, 11 October 2010

chapter 26

Aku hampir sampai melangkah menuju kost-an dan melihat sebuah mobil bmw silver yang ku kenal.

“bagas” ucapku lirih.

Dia membuka pintu mobilnya dan menghampiriku yang berdiri mematung.

“hai bell.. sorry datang mendadak! Ikut gue yuk sekarang.”ajaknya dengan senyum ramah.

Aku menurutinya masuk ke dalam mobil. Aku sekarang mulai mencoba menghilangkan rasa benciku terhadap bagas. Aku tidak boleh menghakiminya sepihak. Mobilnya melaju ke sebuah rumah besar yang tak ku kenali. Bagas memarkir mobilnya di depan rumah tersebut. Seorang pria memakai blankon membuka pintu gerbangnya.

“ini rumah siapa gas?”

“masuk aja dulu.”ajaknya seraya menggandeng tanganku.

Aku dan bagas menunggu di teras depan. Aku masih linglung maksud tujuan bagas mengajakku ke rumah ini.

“hai bel” ucap seseorang keluar dari pintu rumah.

Aku sontak berdiri dari kursi dan menatap sosok perempuan yang ku kenal.

“a am amel..” ujarku terbata bata.

“iya ini gue.”balasnya seraya tersenyum.

Penampilan amel sekarang berbeda. Rambutnya yang panjang kini hanya setinggi pundak.

“mel aku minta maaf.”ucapku tertunduk. Amel memelukku.

“nggak usah di pikirin bell. Gue ikhlas kok.”

Bagas akhirnya berdiri dari kursi setelah cukup lama melihat tingkah kami berdua.

“nah kalau kayak gini kan gue ikut seneng.” Jawabnya bangga. “bell, sekarang gue sama amel mutusin buat jadi sahabat aja. Itu lebih baik. Ya kan mel?”tukasnya sambil menyenggol amel.

“yoi dong gas. Haha”

Kami pun tertawa saling memandang. Makasih gas. Kamu udah nyatuin aku lagi sama amel. Batinku dalam hati.

No comments:

Post a Comment