Monday, 11 October 2010

chapter 28

Hari ini amel datang ke kamar kost ku, tapi tidak terlalu lama karena dia masih banyak urusan lain. Oh ya! Kuliahku masih tetap berlanjut sampai sekarang. Amel pun masih tetap kuliah disana. Jadi kadang kami menyempatkan diri untuk bertemu.

Aku mengetuk pintu kamar indra. indra pun langsung membukanya dan mempersilahkan aku untuk masuk.

“eh bell… pasti mau cerita? Iya kan” ucapnya sambil duduk di lantai bersamaku.

“haha sok tahu ah kamu ndra. Lagi Pengen ngeberantakin kamar orang nih.”jawabku setengah bercanda.

“eh sebentar..”ujar indra pergi mengambil minuman di belakang.

aku bergerak mengambil sebuah album foto berukuran 30x30cm yang terselip di bawah bantal tidur indra. warnanya birunya sudah pudar sepertinya sudah cukup lama. Di cover album yang kini aku pegang. Aku membaca sebuah tulisan “ALUMNI SMP NEGERI 790 JAKARTA. Aku membuka isi foto satu satu yang terpampang. Kulihat dengan detail. Aku mengenal lokasi sekolah ini. sekolahku sewaktu SMP. Aku membuka foto yang diurutkan sesuai kelas. Aku teringat kelasku dulu dan aku mulai mencarinya, membuka per lembarnya dengan pelan. Ku temukan kelas yang ku cari. Kelas 3.4. aku memandangi anak anak yang sedang rapih berdiri di foto itu. Aku mencari wajahku dan kutemukan wajah itu. Wajah lugu dan ceria itu. Tak sadar, indra sudah menatapku heran dari arah belakang.

“eh bel… lagi liat apa?”ucapnya sambil menepuk pundakku.

“huh.. bikin kaget aja kamu ndra. Eh kamu alumni smp ini juga?” ucapku sambil memamerkan album foto yang barusan aku lihat.

Indra langsung meraihnya cepat dari tanganku. “nih minuman buat lo.”sambil menyodorkan kaleng softdrink.

“makasih ndra.” Aku pun membuka tutup pembuka minumannya.

“eh aku balik ke kamar yah. Udah sore nih mau mandi. Haha” ucapku seraya keluar kamar indra dan berlari menuju lantai atas.

Aku sempat memikirkan tindakan indra yang begitu ketakutan saat aku menemukan album foto lama itu. Berarti indra satu angkatan denganku dulu. Tapi kenapa aku tidak mengenalnya yah. Ah mungkin beda kelas. Anton mengetuk pintuku tiba tiba.

“bel. Hari ini kan indra ulang tahun.”

“ah serius kamu ton.”

“dua rius malah bell.” Ucapnya cengengesan. “mau bikin kejutan nggak?”

“ehm..” aku mulai berfikir.

“eh lo siapin kue ulang tahun aja bell. Nanti gue yang mikirin deh kejutannya kayak apa.” Ucap anton sambil menepuk bahuku dan turun ke bawah.

Malamnya aku sengaja berpakaian sedikit berbeda. Menyambut ulang tahun indra. aku yang sedari tadi menunggu aba aba dari anton yang belum muncul juga dari ponselku membuatku sedikit jenuh bersembunyi dikamar anton, sedangkan anton menunggu kedatangan indra di dekat pagar kostan. Anak anak kostan lainnya juga sudah memiliki peranannya masing masing. Bimbim dan toni kebagian membawa ember ember yang berisi air. Terlihat pula Ronald, suci, ferdy, dan mia menggengam telur dan terigu. Aku menahan tawa sedari tadi melihat tingkah laku mereka dari jarak yang jauh. Orang yang ditunggu akhirnya datang, sedangkan kami sudah menunggunya hampir 3 jam.

Grek! Pintu pagar kost-an dibuka oleh indra. tiba tiba anton mendorong indra dan menarik kedua kerah kemeja indra. apa yang akan dilakukan anton selanjutnya aku pun tidak tahu?.

“apaan sih ton. Kesambet setan lo?” ucapnya sedikit ketakutan.

“nggak usah pura-pura bego deh ndra. Gue udah nganggep lo sahabat gue banget. Tapi nyatanya..?”ujar anton menggelegar dan mendorong tubuh indra hingga mundur beberapa langkah.

Indra kini mulai terlihat ikut emosi. Dan acting anton sangat meyakinkan. Aku nggak pernah menyangka anton yang pecicilan itu bisa bersandiwara juga.

“maksud lo apaan sih ton. Gue bener bener nggak ngerti. Gue sekarang capek.

Kalau mau berantem ditunda besok aja yah.” Ucapnya menghindar dan mencoba melangkah. Namun anton menahan tubuh indra dengan tangannya.

“haha lucu banget lo. Gampang banget yah lari dari masalah. Sekarang cewek gue ada di dalem kamar. Nangis nangis daritadi Minta pertanggung jawaban dari lo.”ucapnya masih dengan nada tinggi.

“sumpah ton lo lagi bercanda kan? Pertanggung jawaban apa? Gue nggak ngapa ngapain si myra kok.”

Nggak ngapa ngapain apanya? Dia HAMIL. Bangsat lo ndra.” Ucap anton hampir memukul indra.

Dari sudut kiri pasukan penyerang berlari kearah mereka dan anton melangkah mundur menjauhi indra. indra pun terlihat kebingungan. Kini tubuhnya basah bercampur aroma telur dan terigu yang memenuhi sekujur tubuhnya.

“bangke lo ton.”ujar indra berlari mengejar anton yang sudah mengambil langkah seribu menjauh darinya.

Kini sekarang bagianku untuk memberikan kejutan pada indra. aku menghampiri indra dari belakang.

“selamat ulang tahun ndra.”ucapku seraya tersenyum.

Indra membalikkan posisi tubuhnya. Indra membalas senyumku.

“ini bella? Beda banget sumpah. Cantik bell. Makasih yah kue tartnya.”ujarnya tercengang

Aku menunduk malu. Kita mengarah ke depan kamar indra dan memotong kuenya. Tapi kue itu tidak habis dimakan, sisanya digunakan untuk mengotori wajah semua penghuni. Tawa kami memenuhi malam ini.

No comments:

Post a Comment