Sudah malam, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Tidak ada televisi. Yang aku punya hanya ponsel lamaku. Aku melamun di atas balkon sambil sesekali melihat keadaan dari atas sini. aku masuk ke dalam kamar dan mencoba membuat secangkir kopi untuk menghangatkan tubuhku. Aku kembali duduk di dekat balkon sambil menyeruput kopi yang telah aku buat tadi. Seketika aku teringat akan bagas.
“oh ya bodoh. Kenapa aku tidak meminta nomor dia juga”ucapku sambil menepuk kening.
Ah memangnya bagas siapa. Apa aku harus meminta bantuan untuk di beri tumpangan tempat tinggal. Tidak tidak. Aku nggak mau dikasihani. Ucapku sedikit ngelantur.
Besok ada jadwal kuliah. Sudah beberapa minggu ini aku tidak masuk. Pasti banyak materi kuliah yang tertinggal. Soal biaya perkuliahan aku memang tidak sedikit khawatir karena aku mendapatkan beasiswa sampai tamat sarjana S1. Aku pun menuju kembali ke kamarku untuk segera tidur. Belum sempat aku membuka pintu, kulihat ibu kost bersama dengan seorang gadis mungil seumuranku berjalan menuju kamar kosong. Sepertinya ada penghuni baru nih. Ujarku dalam hati.
“neng, nih kenalin ada anak mahasiswi juga”ujar ibu kost menyautiku.
Aku pun bergegas menghampirinya.
“bella”ucapku sambil mengulurkan tangan kanan.
“amel” jawabnya sambil tersenyum dan menjabat tanganku.
“yaudah ibu tinggal yah neng.”
Kemudian Turunlah ibu kost melalui anak tangga menuju lantai dasar.
“mel, aku balik ke kamar yah. Besok kuliah takut kesiangan. Hehe”ucapku sedikit bercanda.
“oh yaudah bell. Besok juga gue kuliah. Lo kuliah dimana?”tanyanya kepadaku sambil mencoba memutar kunci pintu.
“di universitas satria kencana”
“lah sama dong bell, lo besok masuk pagi kan? Bareng gue aja kalau gitu pake mobil.”
“boleh deh.”jawabku mengangguk dan meninggalkannya menuju kamarku.
No comments:
Post a Comment